Cerpen 1 Gara-gara Topi III
MAU DIGUNDUL
YA,,
Beberapa hari
telah berlalu akupun semakin dekat dengan wanita itu , seorang wanita yang
memberi ku berbagai pelajaran tentang kehidupan , dan kabar akan kedeketan ku
denganya semakain banyak orang yang tahu bak semut merah yang semakin tumbuh
banyak di kamar asrama ,tak terkecuali dengan teman-teman ku di Asrama ,mereka
sering meledeku dengan kata-kata yang kekanak-kanakan ‘’cie-ciie, wan dicari
dia tu, Mbak dicari ikhwan , dan masih banyak lagi kata yang mereka lontarkan ,
dan salah satu yang sering mereka katakan adalah “ hee ntar ketahuan pak Syarul
baru tauh rasa luh, yak pak Syarul adalah salah satu pengasuh asrama tempat ku
menimba ilmu agama dan salah satu peraturanya adalah setiap santri dilarang
berpacaran dengan sesama anak pondok/ luarpondok dan jika ada yang melanggarnya
makah akan dikenakan hukuman minimal digundul dan maksimal dikeluarkan darih
Asrama, walaupun Aku dan Asiyah tidak pacaran tapi karena intensits pertemuan
kami yang begitu sering banyak orang yang mengira kalau aku sudah menjalin
hubungan istimewah denganya.
Suatu hari
ketika mbak Asiyah berdiri di dekat pintu kelas dekat asrama putra aku
menghampirinya dan sedikit berbincang-bincang, “Lagi mau ngapain ni?’’ tanya ku
dengan perasaan yang agak gugup, dia kemuadian
menjawab ‘’Lagi nungguin teman aja kok, kamu da pulang pa?’’ , “udah mbak ,
masih ada jam pelajaran ya mbak?” aku bertanya padanya saat ia masih
melihat-lihat kedalam ruang kelas, kemudian mbak Asiyah menjawab “masih dek,ni
lagi nungguin teman ambil buku” , kemudian beberapa menit kemudian teman ku
Ardi datang dan bertanya pada ku “siapa tu wan?” kemudian aku menjawab dengan
nada bercanda “pacar ku di hahee” Ardi pun kaget dan kembali bertanya lagi
padaku “serius lu wan “, “Cuma bercanda
kok”, “ owh tak kira beneran ea’’ saut ardi yang kemudian pergi meninggalkan
Aku dan Asiyah .
Setelah Aku
cukup lama ngobrol dengan Asiyah tiba-tiba teman ku mengbrombol dan meldek ku
dari kejauhan “ Ikhwan sudah mulai berani sama cewek ni ya” teriak Adit dari kejauhan
yang kemudian disusul sorak anak asrama lainya yang mempunyai kebiasaan
berkumpul didepan kelas dekat asrama putra seusai jam pelajaran di Sekolah
berahir,
Waktu itu
suasana grombolan anak asrama semakin riu yang kemudian membuat pak Syarul Penasaran,
hinggah ahirnya pak Syarul melangkakan kakinya dari ruang guru menuju kerumpulan anak asrama yang tak jauh dari ku dan Asiyah berada, kebetulan waktu itu aku dan Mbak Asiyah masih
asyik ngobrol dan pak syarul pun melihatku masih ngobrol asyik dengan mbak
Asiyah kemudian dengan ekspresi senyum dan kalimat candaan berkata sambil
mengarahkan pandangan matanya ke arah ku dan beliau berucap “Wan MAU DIGUNDUL
YA’’.
Tidak ada komentar: